ARTIKEL ILMIAH TENTANG PERENCANAAN PEMBELAJARAN
Andi
Sastri Aisyah Abbas
FIP PGSD, Universitas Muhammdiyah Jakarta Kampus D
Bekasi
(andisastri5@gmail.com)
Abstract
The learning model is a set of strategies to strive
for educational purposes can be achieved in accordance with the wishes of the
expected. each learning models developed by experts and education observers,
various types, specific, and of the various models that will certainly affect
the development of education of primary school children. Some of the learning
model used by the teacher, is a learning model Gerlach and Ely. This model is
widely used and applied to all levels of education including college level to
level. Thus, the expected development of children's learning in primary school
can normally grow quickly without any obstacles.
Kata Kunci: aktivitas siswa,
hasil belajar, model desain pembelajar gerlach and ely
A.
Pendahuluan
Desain pembelajaran merupakan prinsip-prinsip
penerjemahan dari pembelajaran dan instruksi ke dalam rencana-rencana untuk
bahan-bahan dan aktivitas-aktivitas instruksional. Lebih lanjut mereka
mengatakan bahwa disain pembelajaran dapat dianggap sebagai suatu sistem yang
berisi banyak komponen yang saling berinteraksi. Komponen-komponen tersebut
harus dikembangkan dan diimplementasikan untuk kelengkapan suatu instruksional.
Sistem pengembangan instruksional sering kali direpresentasikan sebagai model
grafik. Beberapa tahun terakhir sejumlah model disain pembelajaran
diperkenalkan oleh beberapa ahli/tokoh. Gentry mengatakan bahwa model disain
pembelajaran adalah suatu representatif gafik tentang suatu pendekatan sistem,
yang dirancang untuk memfasilitasi pengembangan yang efektif dan efisien dari
pembelajaran. Tujuan dari disain pembelajaran yaitu membuat pembelajaran lebih
efektif dan efisien dan mengurangi tingkat kesulitan pembelajaran.
B.
Metode
Penelitian
Jenis penelitian
yang telah dilakukan merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan
secara kolaborasi antara guru matematika dan peneliti. Karakteristik PTK secara
garis besar, yaitu a) mengkaji permasalahan situasional dan kontekstual, b)
adanya tindakan, c) adanya evaluasi terdapat tindakan, d) pengkajian terhadap
tindakan, e) adanya kerjasama, dan f) adanya refleksi (Sutama, 2010 : 18).
Langkah - langkah penelitian ini terdiri dari a) perencanaan tindakan, b)
pelaksanaan tindakan, c) pengamatan, dan d) refleksi.
Pada tahap
perencanaan, melibatkan guru matematika dengan memadukan hasil observasi yang
dipakai sebagai data awal kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan tindakan
pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Gerlach dan Ely. Pelaksanaan
penelitian ini mulai tanggal 1 September 2016 sampai dengan 1 September 2016. Subjek
penelitian berjumlah 32 siswa, yang terdiri dari 19 siswa laki – laki dan 13
siswa perempuan.
Dalam pengambilan data
yang digunakan pada penelitian ini yaitu : 1) metode tes digunakan mengetahui
tingkat kemampuan spasial siswa melalui model pembelajaran Gerlach dan Ely
berupa soal evaluasi (praktik dan tertulis) yang diberikan oleh guru berupa
soal uraian untuk dikerjakan siswa secara individu diakhir proses pembelajaran,
2) metode observasi untuk mengamati secara langsung dengan teliti tentang
kemampuan spasial dengan menerapkan model pembelajaran Gerlach dan Ely, 3)
catatan lapangan digunakan untuk mencatat kejadian – kejadian yang penting
dalam suatu proses pembelajaran yang diperoleh peneliti yang digunakan sebagai
sumber data, 4) dokumentasi berupa RPP, daftar nama siswa, pedoman observasi,
catatan lapangan, lembar tanggapan guru setelah penelitian serta foto setiap
pelaksanaan tindakan.
C.
Pembahasan
Model Gerlach
& Elly (1971) merupakan suatu metode perencanaan pengajaran yang sistematis.
Model ini menjadi suatu garis pedoman atau suatu peta perjalanan pembelajaran
karena dalam model ini diperlihatkan keseluruhan proses belajar mengajar yang
baik, sekalipun tidak menggambarkan secara rinci setiap komponennya. Dalam
model ini juga diperlihatkan hubungan antara elemen yang satu dengan yang
lainnya serta menyajikan suatu pola urutan yang dapat dikembangkan dalam suatu
rencana untuk mengajar.
Model
pembelajaran Gerlach dan Ely merupakan suatu metode perencanaan pengajaran yang
sistematis. Model ini menjadi suatu garis pedoman atau suatu peta pembelajaran
karena dalam model ini diperlihatkan keseluruhan proses belajar mengajar yang
baik, sekalipun tidak menggambarkan secara rinci setiap komponennya. Dalam
model ini juga diperlihatkan hubungan antara elemen yang satu dengan yang
lainnya serta menyajikan suatu pola urutan yang dapat dikembangkan dalam suatu
rencana untuk mengajar. Model yang dikembangkan oleh Gerlach dan Ely (1971)
dimaksudkan sebagai pedoman perencanaan mengajar. Pengembangan sistem
instruksional menurut model ini melibatkan sepuluh unsur seperti dibawah ini :
Rincian komponennya adalah sebagai
berikut:
1. Merumuskan
Tujuan Pembelajaran (Specification of Object)
Tujuan pembelajaran merupakan suatu
target yang ingin di capai dalam kegiatan pembelajaran. Dalam tujuan
pembelajaran merumuskan kemampuan apa yang harus dimiliki siswa pada tingkat
jenjang belajar tertentu, sehingga setelah selesai pokok bahasan tertentu siswa
dapat memiliki kemampuan yang telah ditentukan sebelumnya. Tujuan harus
bersifat jelas (tidak abstrak dan tidak terlalu luas) dan operasional agar
mudah diukur dan dinilai. Berikut petunjuk praktis merumuskan tujuan pembelajaran:
a. Audience
b. Behavior
c. Condition
d. Degree
2. Menentukan
Isi Materi (Specification of Content)
Bahan atau materi pada dasarnya
adalah “isi” dari kurikulum yakni berupa mata pelajarn atau bidang studi
topik/sub topik dan rinciannya. Isi materi harus sesuai dengan tujuan yang
telah ditetapkan. Pemilihan materi haruslah spesifik agar lebih mudah membatasi
ruang lingkupnya dan lebih jelas dan mudah dibandingkan dan dipisahkan dengan
pokok bahasan lainnya.
3. Penilaian
Kemampuan Awal Siswa (Assesment of Entering Bahaviors)
Kemampuan awal siswa ditentukan
dengan memberikan tes awal (pretest). Mengetahui kemampuan awal ini penting
bagi pengajar agar dapat memberikan dosis pelajaran yang tepat, tidak terlalu
sukar dan tidak terlalu mudah. Pengetahuan tentang kemampuan awal juga berguna
untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan, misalnya apakah perlu
dipersiapkan pembelajaran atau penggunaan metode tertentu. Tes awal dapat
dilakukan dengan 2 cara:
a. Pretest
dilakukan untuk mengetahui student
achievement, yaitu apa yang sudah diketahui dan apa yang belum diketahui
tentang rencana pokok bahasan yang akan diajarkan.
b. Mengumpulkan
data pribadi siswa (personal data)
untuk mengukur potensi siswa dan
mengelompokkannya ke dalam kategori siswa yang termasuk fast learners dan siswa
yang termasuk slow learners.
4. Menentukan
Strategi (Determination of Strategy)
Strategi pembelajaran merupakan
pendekatan yang dipakai pengajar dalam memanipulasi informasi, memilih
sumber-sumber dan menentukan tugas/evaluasi dalam kegiatan balajar mengajar. Dalam
tahap ini pengajar harus menentukan cara untuk dapat mencapai tujuan
instruksional dengan sebaik-baiknya. Menurut gerlach & elly ada 2 bentuk
pendekatan, yaitu:
a. Bentuk
Ekspose (expository) yang lazim dipergunakan dalam belajar tradisional,
biasanya lebih bersifat komunikasi satu arah
b. Bentuk
Penggalian (inquiry), yang lebih mengutamakan partisipasi siswa dalam proses
belajar mengajar. Dalam pengertian pembelajaran yang sempit, metode ini
merupakan rencana yang sistematis untuk menyajikan pesan atau informasi
pembelajaran.
5. Pengelompokkan
Belajar (Organization of Groups)
Setelah menentukan strategi,
pengajar harus mulai merencanakan bagaimana kelompok belajar akan diatur.
Pendekatan yang menghendaki kegiatan belajar secara mandiri dan bebas
(independent study) memerlukan pengorganisasian yang berbeda dengan pendekatan
yang memerlukan banyak diskusi dan partisipasi aktif siswa dalam ruang yang
kecil, atau untuk mendengarkan ceramah dalam ruang yang luas. Beberapa pengelompokkan
siswa diantaranya;
a. Berdasarkan
jumlah siswa (grouping by size), yaitu belajar mandiri, kelompok kecil, dan
kelompok besar.
b. Pengelompokkan
campuran (ungraded grouping), yaitu pengelompokan yang tidak memandang kelas
(tingkat) maupun usia, tetapi mereka mempunyai tingkat pengetahuan yang sama
dalam satu mata pelajaran.
c. Gabungan
beberapa kelas (multiclass grouping), yaitu gabungan dari beberapa kelas yang
sama dalam satu ruangan besar, dan mendapat pelajaran dengan bermacam-macam
kegiatan pada saat yang bersamaan.
d. Sekolah
dalam sekolah (schools within schools), yaitu satu kompleks yang besar yang
terdiri dari beberapa gedung sekolah. Pengelompokan ini berdasarkan kemampuan
dan hasil-hasil yang dicapai oleh siswa.
e. Taman
kependidikan (educational park), yaitu kampus yang terdiri atas TK sampai
perguruan tinggi dengan pemusatan sarana, pelayanan dan informasi.
6. Pembagian
waktu (Allocation of Time)
Pemilihan strategi dan teknik untuk
ukuran kelompok yang berbeda-beda tersebut mau tidak mau akan memaksa pengajar
memikirkan penggunaan waktu, yaitu apakah sebagian besar waktunya harus
dialokasikan untuk presentasi atau pemberian informasi, untuk praktik
laboratorium secara individual, atau untuk diskusi. Rencana penggunaan waktu
akan berbeda berdasarkan pokok permasalahan, tujuan-tujuan yang dirumuskan,
ruangan yang tersedia, pola-pola administrasi serta kegunaan dan minat-minat
para siswa.
7. Menentukan
ruangan (Allocation of Space)
Alokasi ruang ditentukan dengan
menjawab apa tujuan belajar dapat dipakai secara lebih efektif dengan belajar
secara mandiri dan bebas, berinteraksi antarsiswa atau mendengarkan penjelasan
dan bertatap muka dengan pengajar. Ada tiga alternatif ruangan belajar agar
proses belajar mengajar dapat terkondisikan yaitu;
a. Ruangan-ruangan
kelompok besar
b. Ruangan-ruangan
kelompok kecil
c. Ruangan
untuk belajar mandiri
8. Memilih
media (Allocation of Resources)
Pemilihan media ditentukan menurut
tanggapan siswa yang disepakati, sehingga fungsinya tidak hanya sebagai
stimulus rangsangan belajar siswa semata. Gerlach & Elly membagi media
sebagai sumber belajar kedalam 5 kategori;
a. Manusia
dan benda nyata
b. Media
visual proyeksi
c. Media
audio
d. Media
cetak
e. Media
display
9. Evaluasi
hasil belajar (Evaluation of Performance)
Semua kegiatan pembelajaran
dikatakan berhasil atau tidak setelah tingkah laku akhir belajar tersebut dievaluasi.
Dalam tahap evaluasi, yang dilihat bukan hanya hasil belajar siswa, melainkan
juga keseluruhan sistem pembelajaran.
10.
Menganalisi umpan balik
(Analysis of Feed Back)
Data dari analisis umpan balik yang
diperoleh dari evaluasi, tes maupun tanggapan-tanggapan tentang kegiatan
pembelajaran ini menentukan apakah sistem, metode maupun media yang dipakai
dalam pembelajaran tersebut sudah sesuai untuk tujuan yang dicapai atau masih
perlu untuk disempurnakan. Sehingga untuk kedepannya dapat diperbaiki agar
proses pembelajaran benar-benar berhasil.
Adapun
langkah-langkah dalam model
pembelajaran Gerlach dan Ely adalah sebagai berikut:
1. Merumuskan
Tujuan Pembelajaran (Specification of Objectives)
Pada tahap ini, penentuan tujuan
pembelajaran sangat penting dan harus bersifat jelas atau tidak terlalu luas
dan mudah diukur. hal ini bertujuan agar pencapaian dalam kegiatan belajar
mengajar menjadi terarah.
2. Menentukan
Isi Materi (Specification of Content)
Pada tahap ini, isi bahan ajar
harus relevan dengan tujuan perumusan pembelajaran yang terurai pada tahap
pertama.
3. Penilaian
Kemampuan pada Tingkat Awal Siswa (Assessment of Entering Behaviors)
Penilaian awal pada siswa ini
bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan yang dimiliki siswa dan mempertimbangkan
pemberian materi yang terlalu tinggi serta pemberian porsi materi yang
berlebihan. sehingga dengan mengetahui tingkat kemampuan siswa pada awal
pelajaran, maka guru dapat mengetahui potensi siswa yang dihadapinya. penilaian
pada tahap ini dapat berupa pretest dan portofolio siswa.
4. Menentukan
Strategi (Determination of Strategy)
Tahap ini, guru mengatur cara
penyampaian materi yang akan diberikan kepada siswa. banyak cara/strategi yang
dapat dilakukan. misalnya dengan menggunakan ceramah, tanya jawab, diskusi,
atau dengan cara demonstrasi.
5. Pengelompokan
belajar (Organization of Groups)
Setelah strategi sudah disusun,
langkah berikutnya adalah guru mulai merencanakan bagaimana pengaturan pada
pengelompokan belajar. dalam hal ini, guru hanya membagi siswa dalam ke
beberapa kelompok sesuai dengan jumlah siswa yang ada.
6. Pembagian
Waktu (Allocation of Time)
guru dapat mengatur kegiatannya
dalam pembelajaran. yang perlu diperhatikan, waktu untuk materi diharapkan
lebih banyak dari pada pemberian waktu untuk kegiatan yang lain.
7. Menentukan
Ruangan (Allocation of Space)
Guru dapat mengatur sesuai dengan
tingkat kebutuhan pada proses pembelajaran.
8. Memilih
Media (Allocation of Resources)
Peran media dalam pembelajaran
untuk membangkitkan minat belajar siswa perlu disiasati. banyak media yang
dapat digunkan sebagai stimulus, yaitu bisa berupa benda nyata, media visual
proyeksi, media audio, media cetak, gambar dan lain sebagainya.
9. Evaluasi
Hasil Belajar (Evaluation of Permance)
Evaluasi ini dilakukan untuk
memperoleh dan mengukur serta untuk mengetahui tingkat pencapaian siswa dari
hasil kegiatan belajarnya.
10.
Menganalisis Umpan Balik
(Analysis of Feedback)
Pada tahap ini, peninjauan kembali
atas kegiatan yang telah dilakukan perlu dilakukan perbaikan atau tidak,
merupakan sebuah umpan balik dalam upaya untuk mengetahui penggunaan model ini.
tujuan pembelajaran yang sudah ditetapkan dapat tercapai atau tidak, maka perlu
umpan balik sebagai analisis selanjutnya.
Adapun kelebihan
dan kekurangan dari model pembelajaran gerlach and elly adalah sebagai berikut:
1. Kelebihan:
a. Sangat
teliti dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran.
b. Cocok
digunakan untuk segala kalangan.
2. Kekurangan:
a. Terlalu
panjangnya prosedur perancangan desain pembelajaran.
b. Tidak
adanya tahapan pengenalan karakteristik siswa.
D.
Kesimpulan
Model
pembelajaran merupakan suatu cara yang sistematis dalam mengidentifikasi,
mengembangkan, dan mengevaluasi seperangkat materi dan strategi yang diarahkan
untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Ada beberapa model pembelajaran yang
digunakan, salah satunya adalah model pembelajaran yang cocok digunakan yaitu
Gerlach dan Ely (1971). Gerlach dan Ely mendesaian sebuah model pembelajaran
yang cocok digunakan untuk segala kalangan termasuk untuk pendidikan tingkat
tinggi, karena di dalamnya terdapat penentuan strategi yang cocok digunakan
oleh peserta didik dalam menerima materi yang akan disampaikan. Di samping itu,
model Gerlach dan Ely menetapkan pemakaian produk teknologi pendidikan sebagai
media dalam menyampaikan materi.
Model ini
merupakan suatu upaya untuk menggambarkan secara grafis, suatu metode
perencanaan pembelajaran yang sistematis. Model ini merupakan suatu garis
pedoman atau suatu peta perjalanan dan hendaknya digunakan sebagai checklist
dalam membuat sebuah rencana untuk kegiatan pembelajaran. Dalam model ini
diperlihatkan keseluruhan proses belajar-mengajar yang baik, sekalipun tidak
menggambarkan perincian setiap komponen. Model ini memperlihatkan hubungan
antara elemen yang satu dengan yang lainnya serta menyajikan suatu pola urutan
yang dapat dikembangkan ke dalam suatu rencana untuk kegiatan pembelajaran. Model
pembelajaran Gerlach dan Ely dikembangkan berdasarkan sepuluh unsur yaitu :
1. Spesifikasi
isi pokok bahasan
2. Spesifikasi
tujuan pembelajaran.
3. Pengumpulan
dan penyaringan data tentang siswa.
4. Penentuan
cara pendekatan, metode, dan teknik mengajar.
5. Pengelompokan
siswa.
6. Penyediaan
waktu.
7. Pengaturan
ruangan.
8. Pemilihan
media/sumber belajar.
9. Evaluasi
10. Analisis umpan balik.
DAFTAR PUSTAKA
https://ajizsulaeman.files.wordpress.com/2016/04/2-makalah-kelompok-model-model-pembelajaran-ap-1-2-unpak.pdf
http://eprints.ums.ac.id/23447/13/NASKAH_PUBLIKASI.pdf
http://download.portalgaruda.org/article.php?article=289075&val=7239&title=MODEL%20DESAIN%20PEMBELAJARAN%20GERLACH%20AND%20ELY%20UNTUK%20MENINGKATKAN%20AKTIVITAS%20DAN%20HASIL%20BELAJAR
http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_BIASA/196209061986011-AHMAD_MULYADIPRANA/POWER_POINT/MODEL_PEMBELAJARAN_GERLACH_%26_ELLY_%5BCompatibility_Mode%5D.pdf
Andi Sastri Aisyah Abbas
Universitas Muhammadiyah Jakarta Kampus D Bekasi, FIP PGSD 5